6 Bahaya Kekerasan Verbal Bagi Psikologis Anak, Begini Penjelasan Ahli

0
112
6 Bahaya Kekerasan Verbal Bagi Psikologis Anak Begini Penjelasan Ahli
6 Bahaya Kekerasan Verbal Bagi Psikologis Anak Begini Penjelasan Ahli

Ternyata kekerasan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dalam bentuk verbal (kata) dan mental. Kekerasan verbal merupakan kekerasan terhadap perasaan dengan menggunakan kata-kata kasar tanpa menyentuh fisik.

Tidak hanya orang dewasa, kekerasan verbal sering dialami oleh anak-anak. Hal ini bisa berdampak pada keadaan emosional seorang anak. Para pelaku dari pelecehan verbal pada anak-anak biasanya orang dewasa, atau bahkan orang tua sendiri.

Bahkan, sebagian besar kekerasan verbal bukan karena kebencian, tapi bermaksud baik, untuk mendidik anak-anak, hanya pilihan yang kurang akurat dari kata-kata. Sering dianggap sebagai hal yang sepele, bahaya pelecehan verbal ini ternyata lebih berbahaya daripada kekerasan fisik.

Kekerasan verbal dapat membuat anak-anak yang memiliki keterlambatan perkembangan, mengakibatkan komplikasi dan bahkan kematian, seperti dilansir ansir dari Health Space, Kamis (24/10/2019).6 bahaya kekerasan verbal bagi psikologis anak yang dirangkum dari berbagai sumber anak, Kamis (24/10/2019).

Dampak Kekerasan Verbal yang pertama Mengubah perilaku anak.

Salah satu bahaya dari pelecehan verbal adalah untuk mengubah perilaku. Sakit hati orang lain bisa melarikan diri dengan meniru kekerasan yang pernah dikenalnya. Selain itu, kebanyakan anak-anak yang menjadi korban berpotensi dapat berubah menjadi tukang bully juga.

Kekerasan verbal bisa membuat anak selalu merasa bersalah

Pelecehan verbal merusak kepercayaan diri anak-anak, mereka merasa tidak dicintai dan tidak dihormati. Anak-anak akan bertanya-tanya apa kesalahan yang dibuat sehingga menderita dan sakit batin. Dalam keputusasaan mencari penghiburan, ia akan merasa layak, dan terbiasa untuk dipermalukan dalam pergaulan.

Meruntuhkan kepercayaan diri

Bahaya yang lain ialah menghilangan keyakinan dari anak. Perkataan yang pernah diucapkan akan terus menghantui anak tersebut.

Pengalaman seperti itu bisa merusak kepercayaan seseorang. anak kehilangan rasa hormat untuk dirinya sendiri dan merasa tidak layak.

Sakitnya bertahan seumur hidup

kekerasan terhadap anak

Jika Anda mengalami penyakit fisik, setelah itu Anda dapat memulihkan melupakan rasa sakit. Tapi akan sulit untuk melupakan rasa sakit karena dipermalukan sulit dilupakan. Kekerasan Verbal menghasilkan rasa sakit emosional yang menghantui seseorang sepanjang hidupnya.

Dampak yang terjadi ketika seorang anak ingat selalu memicu rasa sakit meskipun bertahun-tahun telah berlalu. Bahkan ini bisa merusak kesehatan mental anak. Untuk orang dewasa hanya cukup sulit disembuhkan terutama jika diketahui sejak kecil.

Tidak memiliki motivasi hidup

Anak-anak yang menjadi korban kekerasan verbal dapat secara konsisten gagal mengembangkan sikap positif. Tidak mudah seperti membalikan telapak tangan Anda dan mengatakan “berpikir positif” orang-orang yang telah mengalami pelecehan verbal dengan mudah turun.

Masalah kesehatan

Anak-anak sering menerima pelecehan verbal bisa menderita depresi. Depresi menyebabkan tindakan yang cenderung negatif, karena timbulnya makan terlalu banyak atau berhenti makan sama sekali.

Tentu mempengaruhi pertumbuhan jangka panjang dan perkembangan tulang, otot dan organ-organ vital juga terpengaruh. Secara bertahap, kondisi fisik anak kehilangan kekuatannya.